Laman

Kamis, 20 Juni 2013

POLITIK DAN KEMISKINAN DI INDONESIA

PENDAHULUAN

Di samping itu politik juga dapat ditilik dari Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.
·         politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
·         politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
·         politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
·         politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik,legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik.

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.

Ø Penyebab kemiskinan
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
·   penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
·   penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
· penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
·   penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
·    penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
·   Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika Serikat (negara terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin; yaitu, orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati atas garis kemiskinan.

Ø Menghilangkan kemiskinan
Tanggapan utama terhadap kemiskinan adalah:
·         Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan.
·         Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
·         Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan.

PEMBAHASAN

Kriminalitas erat kaitannya dengan kemiskinan. Tingginya angka kemiskinan menjadi penyebab utama maraknya kriminalitas di Indonesia. Dengan segala keterbatasan, sejumlah orang rela menghalalkan berbagai cara demi memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan dengan tindakan kriminal.

Masalah keterbatasan ekonomi menjadi alas an sebagian orang melakukan tindak kriminal. Banyaknya kasus yang terjadi pada tahun-tahun 2012 berpeluang bertambah di tahun-tahun berikutnya. Bahkan di tahun 2012 terjadi 1 tindak criminal dalam 91 detik. Menurut Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman, jumlah kejahatan di tahun 2012, tepatnya hingga November 2012, mencapai 316.500 kasus. Risiko penduduk yang mengalami kejahatan sekitar 136 orang tahun ini. “Jadi, setiap 1 menit 31 detik terjadi satu kejahatan,” ujarnya.

Bicara tentang kriminalitas tidak lepas dari DKI Jakarta. Kawasan ibukota merupakan yang paling rawan akan tindak kriminalitas. Banyaknya warga pendatang dari luar daerah yang gagal mendapat pekerjaan di ibukota membuat sebagian orang memutuskan untuk melakukan tindak kriminal. Tindakan seperti mencuri dan merampok yang bahkan berujung pembunuhan menjadi pilihan dengan alasan pemenuhan kebutuhan hidup.

Seperti kasus perampokan di Ciracas, Jakarta Timur pada Februari 2013, dua perampok memberondong satu keluarga dengan tembakan di Jalan Tanah Merdeka IV, Ciracas, Jakarta Timur. Kedua perampok mengincar sepeda motor Honda Vario yang terparkir di halaman rumah keluarga itu. Namun aksi mereka ketahuan pemilik motor, sehingga mereka menembakkan.

Kriston Hutagalung (17 tahun), sang pemilik motor, pun tewas. Ayah dan kakak Kriston mengalami luka bacok, sedangkan ibunda Kriston juga sempat dirawat di Rumah Sakit Pasar Rebo. Kejadian tersebut menunjukan bahwa perampok tega melakukan pembunuhan demi mendapatkan sepeda motor incarannya.
Kanit Reskrim Polsek Ciracas, AKBP Jupriono, menyatakan angka kejahatan memang tinggi di wilayah perbatasan seperti Ciracas, Jakarta Timur. Banyaknya kasus kriminalitas di Jakarta Timur, menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Rikwanto, terjadi karena tiga faktor. Pertama, Jaktim merupakan daerah penyangga kaum urban yang datang ke ibu kota untuk mengadu nasib, karena biaya tinggal di wilayah ini relatif lebih murah ketimbang di Jakarta bagian lain. “Jaktim bisa menampung kaum urban yang mencari kerja, sekolah, bahkan pelaku kejahatan sekali pun,” kata Rikwanto. Banyak warga Jaktim yang menampung penghuni kontrakan atau kos tanpa benar-benar mengetahui latar belakang penghuni.
Tidak hanya di kota-kota besar, di kota kecil pun tingkat kriminal setiap harinya selalu bertambah. Kriminalitas juga tidak mengenal usia, siapapun dapat melakukannya, baik tua maupun muda, bahkan anak-anak. Seperti yang terjadi di Sulawesi Selatan, seorang anak bernama Andi nekat mencuri uang senilai 20 ribu rupiah di sebuah warung makan di Jalan Ujung Bulu. Di depan polisi, Andi mengaku terpaksa mencuri karena lapar seharian dia belum makan. Atas ulahnya tersebut, remaja berusia 14 tahun itu harus mendekam di tahanan Polres Bulukumba, Sulawesi Selatan. Rencananya uang hasil curian akan dibelikan makanan. Sehari-hari Andi tinggal bersama neneknya. Kemiskinan membuat mereka hanya bisa makan sehari sekali.
PENUTUP

Dari kejadian tersebut banyak sekali pelajaran yang harus kita perhatikan khususnya para pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan yang mengakibatkan tindak kriminal Pelaku kriminalitas pada dasarnya terpaksa melakukan tindak kriminal, namun dalam benak pelaku memiliki kehendak untuk tidak melakukannya. Dalam hal ini faktor kemiskinan sangat berperan dalam tindak kriminal. Kemiskinan ini menyebabkan perasaan tertekan dan tidak nyaman. Dengan demikian sebagian orang memnyikapi kemiskinan dengan melakukan tindak kriminalitas yang dirasa mampu membuatnya mencukupi kebutuhannya.

Demikian tugas ini saya buat dengan sebagai mana mestinya. Saya meminta maaf apabila tugas ini kurang berkanan dihati para pembaca. Itu semua tidak terlepas dari kelemahan dan kekurangan pengetahuan saya. Terima Kasih.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar